Selasa, 07 November 2017

Tabel Perbandingan Jurnal

ANALISIS BULLWHIP EFFECT TERHADAP PENERAPAN DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING DI PT. MNJ

MEDIA BERINDIKATOR WARNA SEBAGAI PENDETEKSI Salmonella typhimurium

Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah harapannya dapat meningkatkan profit perusahaan, dan mengurangi biaya yang ditimbulkan akibat masalah tersebut. mengujicoba
media berindikator warna dari berbagai formulasi
media, untuk mendeteksi cepat pertumbuhan
Salmonella thypimurium .
Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah PT. Marga Nusantara Jaya (PT. MNJ) yang bergerak dibidang distribusi terutama obat-obatan dan makanan. Subyek penelitian ini adalah label cerdas atau label indikator yang dapat menginformasikan kualitas dan memberikan jaminan keamanan
produk pangan.
Metode Penelitian Prosedur penelitian yang dilakukan adalah :
a. Peramalan Permintaan
Pada tahap ini dilakukan prediksi terhadap penjualan disetiap cabang distribusi berdasarkan data histories penjualan pada horizon perencanaan yang telah ditentukan dengan perhitungan matematik
b. Melakukan perhitungan barang retur dengan menggunakan Scrap Factor.
c. Melakukan perhitungan permintaan tiap outlet agar tidak terjadi fluktuasi permintaan produk.
d. Melakukan perhitungan kebutuhan distribusi dengan metode DRP.
Metode pengumpulan data :
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan telaah dokumen perusahaan. Data–data yang di perlukan adalah struktur jaringan distribusi, data lead time, data produk pareto, data penjualan dan peramalan, data retur, data persediaan akhir, data biaya meliputi biaya pesan dan biaya simpan, serta data inventory level. Pada peneilitian ini akan dihitung produk Paramex dan Konicare 125 ml di cabang Jakarta dan Solo sebagai sampel.
Bahan dan alat yang digunakan adalah :
media indikator adalah media pembawa yaitu agar
bubuk, tepung tapioka, gliserol dan media selektif.
Pada penelitian ini media indikator warna
dibuat dari media pembawa dan bahan lain. Media
pembawa disiapkan dari campuran agar bubuk,
tapioka dan gliserol. Sebagai bahan indikator
sekaligus media selektif digunakan bahan paten yang
umumnya digunakan untuk mendeteksi pertumbuhan
bakteri S. thypimurium yaitu XLD, SSA, HEA, dan
BSA. Bahan indikator juga diformulasikan dari
bahan lain yang terdiri campuran 0,02 g phenol red ,
1 g glukosa, 0.85 g Na2S2O3, dan 0,15 g ferric
amonium citrate , 7,7 g indikator warna phenol red
dan 3,7 g bahan pengkayaan. Terdapat 2 jenis bahan
pengkayaan yang dicobakan pada campuran ini yaitu
BHI dan tetrathionate.

Rangkuman Jurnal (MEDIA BERINDIKATOR WARNA SEBAGAI PENDETEKSI Salmonella typhimurium)

Label cerdas adalah label yang dapat menginformasikan kualitas dan memberikan jaminan keamanan produk pangan. Label indikator atau sering disebut sebagai label cerdas banyak dikembangkan seperti indikator mikroba. Toxin Guard mengembangkan indikator biosensor yang memiliki sistem diagnostik visual. Sistem tersebut dicetak pada plastik polietilen yang mampu mendeteksi bakteri patogen  Food Sentinel System adalah indikator bakteri patogen yang diintegrasikan pada bar code sehingga produk akan tertolak secara otomatis ketika produk dilewatkan pada bar code scanner. Label cerdas berindikator warna juga dapat diaplikasikan sebagai pendeteksi kerusakan produk, salah satunya bahan pangan yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti daging dan produk olahannya. Pada penelitian ini, label diproduksi dari media berindikator warna dan ditujukan untuk mendeteksi pertumbuhan Salmonella typhimurium. Bakteri ini adalah bakteri patogen yang menyebabkan penyakit salmonelosis dengan gejala jenis keracunan infeksi. Bakteri ini umumnya muncul pada daging segar dan produk olahan daging. Deteksi cepat bakteri ini akan menjamin kesegaran dan keamanan daging. S.typhimurium merupakan bakteri patogen yang menyebabkan keracunan tipe infeksi yang menular dari hewan ke manusia melalui makanan asal hewan yang terkontaminasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media berindikator yang berbasis pada perubahan warna untuk mendeteksi secara cepat keberadaan S. typhimurium. Media indikator dibuat dari agar bubuk 2% (b/v), tepung tapioka 0,5% (b/v), gliserol 1% (b/v) dan media selektif 1% (b/v) dan kemudian dilarutkan dalam air destilata sampai menjadi 100 mL larutan media. Empat jenis media selektif ditambahkan yaitu Xylose Lysine Deoxychoalate agar (XLD), Hektoen Enteric Agar (HEA), Salmonella Shigela Agar (SSA) dan Bismuth Salt Agar (BSA). Media XLD sangat sensitif terhadap pertumbuhan S. typhimurium dan menghasilkan perubahan warna dari transparan menjadi merah muda yang bisa dilihat secara visual. Konsentrasi XLD 1-1,5% (b/v) adalah konsentrasi terbaik untuk mengembangkan media indikator ini. Media lain berbahan BSA dan SSA tidak sensitif terdahap pertumbuhan S. typhimurium. Selanjutnya media lain yang diperkaya dengan Brain Heart Infussion (BHI) dengan indikator warna phenol red dapat berubah warna dari merah menjadi kuning dalam waktu 24 jam setelah inkubasi.


Sumber : http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnaltin/article/view/16134/11905

Minggu, 08 Oktober 2017

Power Point Rangkuman Jurnal (ANALISIS BULLWHIP EFFECT TERHADAP PENERAPAN DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING DI PT. MNJ)

ANALISIS BULLWHIP EFFECT TERHADAP PENERAPAN DISTRIBUTION RESOURCE PLANNING DI PT. MNJ (Rangkuman Jurnal)

Pengelolaan persediaan barang atau produk menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi. PT. Marga Nusantara Jaya (PT. MNJ), merupakan perusahaan distributor tunggal untuk memasarkan produk-produk yang di produksi oleh PT. Konimex. Produk dibagi kedalam 2 kategori besar yaitu obat-obatan dan makanan, diantaranya Paramex, Konidin, Frozz, Hexos, dan lain-lain. Berdasarkan pantauan laporan KPI (Key Performance Indicator) PT. MNJ tahun 2013, sampai dengan bulan Desember, persentase Inventory level masih jauh melampaui target. Target Inventory level yang ditetapkan pada tahun 2013 adalah sebesar 220%, realisasi untuk seluruh cabang PT. MNJ tahun 2013 sampai dengan bulan Desember sebesar 238%. Setiap cabang angkanya bervariasi dari yang paling rendah di angka 189% hingga yang tertinggi mencapai 446%. Angka ini berarti, cabang memiliki stok yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan jual setiap bulannya, khususnya di cabang-cabang luar Jawa.
Berdasarkan laporan yang sama, nilai defect Losses (barang rusak yang dimusnahkan) juga diatas target yang telah ditetapkan. Target defect Losses tahun 2013 ditetapkan sebesar 0,18%, sedangkan realisasi defect Losses tahun 2013 sampai dengan bulan Desember sebesar 0,26 %. perencanaan ketersediaan barang/produk di cabang masih dilakukan secara manual menggunakan perkiraan berdasarkan intuisi atau kebiasaan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidakakuratan data antara rencana penjualan dengan realisasinya. Akibatnya terjadi stok barang atau produk yang kelebihan atau kekurangan, karena rencana yang dibuat di awal meleset dari realisasi. Perusahaan memerlukan sebuah upaya atau metode untuk mengendalikan persediaan yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut.
Penelitian ini berusaha untuk mengendalikan persediaan secara optimal dengan metode Distribusi Resource Planning (DRP) dan melakukan pengukuran nilai bullwhip effect dapat mengukur tingkat stok yang optimal dengan meminimalkan biaya-biaya yang dikeluarkan.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan telaah dokumen perusahaan. Data yang diperlukan perusahaan seperti data lead time, data produk pareto, data penjualan dan peramalan. Peneilitian ini akan dihitung produk Paramex dan Konicare 125 ml di cabang Jakarta dan Solo sebagai sampel.
Hasil perhitungan data penjualan tahun 2013 dibandingkan dengan data perencanaan masing-masing produk yang menjadi sampel sangat tidak stabil dikarenakan perencanaan penjualan masih dilakukan secara kumulatif gabungan semua cabang dalam periode tertentu, kemudian hasil kumulatif tersebut di breakdown secara proporsional ke masing-masing cabang. Berdasarkan masalah tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan metode peramalan. Perhitungan peramalan jangka pendek (3 bulan kedepan) menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan data penjualan yang sudah terjadi. Dari data history penjualan pada tahun 2013 untuk produk Paramex dan Konicare 125, dapat dipilih metode peramalan yang menggunakan trend atau musiman.
Besarnya nilai safety stock bergantung pada ketidakpastian pasokan maupun permintaan. Dalam studi kasus ini, ketidakpastian hanya dalam hal permintaan, sedangkan untuk banyaknya pasokan diasumsikan perusahaan prinsipal dapat memenuhi berapapun jumlah permintaan distributor. Kebijakan service level yang telah ditetapkan perusahaan adalah sebesar 95%, dalam tabel statistik nilai tersebut sebesar 1,645. Pengajuan permintaan dilakukan seminggu sekali, jadi angka pada tabel 2 harus dibagi 4. Komposisi setiap minggunya bisa disesuaikan dengan rencana program promosi di cabang bersangkutan.
Hasil perhitungan inventory level tahun 2013 untuk masing-masing produk sampel di kedua cabang yang menjadi contoh penelitian juga menunjukan hal yang kurang-lebih sama dengan hasil perhitungan perencanaan penjualan.
Pada tahap ini dilakukan perhitungan manual untuk menentukan persentase scrap factor berdasarkan data Retur dan data penjualan produk Paramex dan Konicare 125 ml selama 12 bulan yang lalu.
Setelah diketahui metode peramalan dan rencana induk penjualan, kemudian dilakukan perhitungan lot size. Lot sizing merupakan teknik yang dipakai dalam DRP guna memperoleh ukuran lot pemesanan. Ukuran lot diperoleh dengan beberapa model dan penggunaan dari masing – masing yang dihadapi. Rencana order ini dibuat seminggu sekali, jadi nilai peramalan perbulan akan dibagi menjadi 4 periode, sedangkan untuk biaya perhitungan sebelumnya dalam satuan tahun, jadi akan dibagi kedalam 52 minggu.
Ukuran Bullwhip effect di suatu eselon supply chain sebagai perbandingan antara koefisien variansi dari order yang diciptakan dan koefisien variansi dari permintaan yang diterima oleh eselon yang bersangkutan. PT. MNJ dalam hal ini tidak memiliki kendala dalam hal jumlah produksi, sehingga cabang yang membutuhkan akan selalu dipenuhi permintaannya oleh principal. Untuk itu Bullwhip effect akan menghitung jumlah sediaaan/stok yang ada di cabang dibandingkan dengan kemampuan jual cabang tersebut dalam periode tertentu. Nilai bullwhip effect setelah menggunakan metode ini untuk periode penelitian Januari – Maret 2014 turun cukup signifikan, ditandai dengan turunnya nilai koefisien variansi masing-masing produk dalam periode tersebut. Nilai bulwhip effect cabang Jakarta awalnya sebesar 1.48 menjadi 1.26 turun sebesar 0.22. Nilai bullwhip effect cabang Solo awalnya sebesar 1.98 menjadi 1.31, turun sebesar 0.67. Nilai bullwhip effect untuk produk Paramex di kedua cabang menunjukan penurunan setelah memanfaatkan metode peramalan. Penurunan ini akan mengakibatkan jumlah stok yang dibutuhkan untuk penjualan sesuai periodenya akan lebih baik, tidak berlebih atau kekurangan.
Berdasarkan perhitungan masing-masing komponen di atas, maka dapat dihitung nilai DRP sesuai produk dan cabang yang dijadikan sample sebagai berikut :
·           Gross requirements (GR) adalah kebutuhan kotor yang didapat dari hasil peramalan.
·   Scheduled reciepts (SR) adalah rencana kedatangan barang dari pesanan periode sebelumnya.
·         Project On Hand (POH) adalah Project On Hand (POH) periode sebelumnya + Schedule Reciept (SR) + Planned Order Reciept (POR) – Gross Requirement (GR).
·         Net requiretment adalah (gross requiretment (GR) + safety stock) – (Schedule Receipt (SR) + projected On Hand (POH) periode sebelumnya). 


Sumber : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/view/9508

Senin, 15 Mei 2017

Perusahaan yang sudah memiliki Hak Paten

Hak Paten PT Gudang Garam Tbk.

PT Gudang Garam Tbk adalah sebuah merek atau perusahaan produsen rokok populer asal Indonesia. Didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Surya Wonowidjojo, perusahaan ini merupakan peringkat kelima tertua dan terbesar di Indonesia (setelah Djarum) dalam produksi rokok kretek. Perusahaan ini memiliki kompleks tembakau sebesar 514 are di Kediri, Jawa Timur. PT Gudang Garam Tbk merupakan produsen rokok kretek terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis produk berkualitas tinggi, mulai dari sigaret kretek linting (SKL), sigaret kretek tangan (SKT) dan sigaret kretek mesin (SKM) yang sudah tersebar luas di Nusantara maupun di dunia.
PT Gudang Garam Tbk menyerap tenaga kerja yang sebagian besar terlibat dalam produksi dan distribusi. Eksistensi Perusahaan juga mendukung penghidupan petani tembakau dan cengkeh serta para pengecer maupun pedagang asongan yang tersebar di seluruh Indonesia. Diukur dari jumlah aset, hasil penjualan produk, jumlah karyawan, pajak dan cukai, serta kontribusi lainnya, PT Gudang Garam Tbk adalah perusahaan rokok nasional yang memberikan kontribusi secara signifikan bagi Indonesia.
Kami beritahukan bahwa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten: Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya (Pasal 1 Ayat 1).
SejarahGudang Garam didirikan pada 26 Juni 1958 oleh Tjoa Ing Hwie. Sebelum mendirikan perusahaan ini, di saat berumur sekitar dua puluh tahun, Ing Hwie mendapat tawaran bekerja dari pamannya di pabrik rokok Cap 93 yang merupakan salah satu pabrik rokok terkenal di Jawa Timur pada waktu itu. Berkat kerja keras dan kerajinannya dia mendapatkan promosi dan akhirnya menduduki posisi direktur di perusahaan tersebut. Pada tahun 1956 Ing Hwie meninggalkan Cap 93. Dia membeli tanah di Kediri dan memulai produksi rokok sendiri, diawali dengan rokok kretek darikelobot dengan merek Inghwie. Setelah dua tahun berjalan Ing Hwie mengganti nama perusahaannya menjadi Pabrik Rokok Tjap Gudang Garam.PT Gudang Garam Tbk tidak mendistribusikan secara langsung melainkan melalui PT Surya Madistrindo lalu kepada pedagang eceran kemudian baru ke konsumen atau produsen.
Pendiri Gudang Garam adalah Surya Wonowijoyo (Tjoa Ing Hwie) yang dilahirkan di Fujian, China, pada tahun 1926. Keluarganya menetap di Indonesia pada tahun 1929, yakni tepatnya di kota Sampang, Madura. Mereka hidup dalam kemiskinan, dan ayahnya hanya bekerja sebagai pedagang keliling. Saat menginjak usia remaja, ayah Ing Hwie meninggal dan ia harus bekerja demi menopang hidup keluarganya. Oleh karenanya, ia lantas merantau ke Kediri dan mencari pekerjaan di sana. Bekerjalah ia pada sang paman, Tjoa Kok Tjiang, yang ketika memiliki salah satu pabrik kretek besar di Jawa Timur. Kesuksesan diraih pada tahun 1962, ketika Ing Hwie meluncurkan produknya, yakni Gudang Garam Kuning, yang menuai kesuksesan luar biasa. Para pesaingnya mengeluarkan isu bahwa rokok tersebut mengandung ganja. Surya membantah gosip tersebut dan menyatakan bahwa rahasianya terletak pada campuran sausnya dan bukan ganja. Selain itu, keterampilannya dalam membeli dan memasarkan merupakan aspek penting keberhasilan Gudang Garam Kuning.

Kesimpulan :

PT gudang garam ini membuat hak paten agar perusahaan yang di buatnya tidak diikuti oleh perusahaan lain, dan dia bergerak di industri rokok yang dimana pada produknya pun dibuatkan hak paten juga demi keamanan produk-produknya supaya terdaftar di jalan hukum

Perbandingan produk referensi dengan produk yang kita buat

Deskripsi produk referensi

Produk referensi yang digunakan adalah rak buku yang berasal dari UD. Lestari. Material yang digunakan untuk produk referensi ini adalah multiplek yang merupakan bahan dasar untuk membuat komponen utama. Dimensi keseluruhan produk ini yaitu panjang 40 cm, lebar 25 cm, dan tinggi 35 cm. Yaitu terdiri dari 6 komponen utama serta 3 komponen tambahan. Komponen utama terdiri dari papan samping terdiri dari 2 unit, papan belakang terdiri dari 1 unit, sekat papan tengah horizontal terdiri dari 2 unit karena memiliki ukuran yang sama, sekat papan bawah terdiri dari 1 unit, dan sekat papan tengah vertikal 1 unit. Komponen tambahan pada produk referensi yaitu paku, lem kayu dan cat kayu. Produk referensi ini memiliki berat 5 kg. Produk referensi memiliki kelebihan dimana terdapat sekat tengah pad arak buku agar buku yang diletakan bisa tertata rapih. Target pasar produk referensi yaitu siswa sd hingga mahasiswa. Kekurangan yang terdapat pada produk referensi adalah warna pada produk yang tidak merata dan pada bagian belakang, bahan kayu dibagian papan belakang sudah tidak bagus sehingga mengurangi nilai estetika dari produk rak buku tersebut.

Deskripsi produk yang akan dibuat


Produk yang akan dibuat adalah rak buku. Material yang akan digunakan pada produk rak buku ini adalah kayu pinus. Kayu pinus dipilih karena meskipun memiliki sifat material yang kuat namun memiliki berat yang ringan, jenis kayu ini juga tidak mudah lapuk dan berjamur sehingga dapat membuat produk rak buku tahan lama. Kayu pinus ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan rak buku. Dimensi keseluruhan produk ini yaitu berukuran  panjang 50 cm, lebar 35 cm, dan tinggi 40 cm. Yaitu terdiri dari 6 komponen utama serta 4 komponen tambahan. Komponen utama terdiri dari papan samping terdiri dari 2 unit, papan belakang terdiri dari 1 unit, sekat papan tengah horizontal terdiri dari 2 unit karena memiliki ukuran yang sama, sekat papan bawah terdiri dari 1 unit, dan sekat papan tengah vertikal 1 unit, dan juga terdapat 4 komponen tambahan berupa paku, lem kayu, cat kayu, dan pengait gantungan. Produk rak buku yang akan dibuat ini memiliki berat 4 kg. Produk ini memiliki kelebihan yaitu terdapat pengait gantungan dibawah rak buku untuk menggantungkan benda-benda kecil seperti kunci, rak buku ini juga memiliki material yang bersifat kuat, yaitu tidak mudah lapuk dan juga memiliki berat yang ringan sehingga mudah untuk dipindahkan. Target pasar produk ini yaitu untuk masyarakat umum terutama pelajar dan pegawai kantor, dikarenakan rak buku dapat dimiliki oleh siapa saja dan setiap orang pasti membutuhkan tempat untuk menyimpan buku-buku yang dimilikinya. Kekurangan yang terdapat pada produk ini adalah jenis material yang berbahan dasar kayu yang tentunya lemah terhadap air, sehingga alangkah lebih baiknya jika penggunaan rak buku ini dijauhkan dari tempat-tempat yang lembab dan basah.

Selasa, 18 April 2017

Rangkuman Materi Kelompok 1 "Hak Kekayaan Intelektual"

        I.            PENDAHULUAN

Subjek dan objek hukum, Subjek hukum adalah segala sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban dalam hukum. Yang termasuk subjek hukum adalah manusia dan badan hukum. Objek hukum adalah segala sesuatu yang berada di dalam peraturan hukum dan dapat dimanfaatkan oleh subjek hukum Objek hukum dapat berupa benda berwujud dan benda tidak berwujud.
     II.            
            PE  MBAHASAN

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
            
Hak Kekayaan Intelektual adalah  padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR). Kekayaan Intelektual adalah kekayaan atas kecerdasan daya pikir, seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, karya tulis, gubahan lagu, dan lain-lain. Objek yang diatur dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. Organisasi Internasional yang mewadahi H.K.I adalah WIPO (World International Property Organisation) Hak Kekayaan Intelektual  (HAKI) digunakan untuk pertama kalinya oleh Fichte pada tahun 1793, mengatakan tentang hak milik dari sang pencipta ada pada bukunya. Undang-undang mengenai HAKI pertama kali ada di Venice, Italia menyangkut masalah paten pada tahun 1470. Sistem HAKI merupakan Hak Privasi, yang mana seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan Karya Intelektualnya atau tidak.

Prinsip-prinsip HAKI :
·        
      Prinsip Ekonomi
            Berdasarkan prinsip ini HAKI memiliki manfaat dan nilai ekonomi serta berguna bagi kehidupan manusia. Nilai ekonomi pada HAKI merupakan suatu bentuk kekayaan bagi pemiliknya. Pencipta mendapatkan keuntungan dari kepemilikan terhadap karyanya seperti dalam bentuk pembayaran royalti terhadap pemutaran musik dan lagu hasil ciptanya.

·         Prinsip Keadilan
            Berdasarkan prinsip ini, hukum memberikan perlindungan kepada pencipta berupa suatu kekuasaan untuk bertindak dalam rangka kepentingan yang disebut hak. Pencipta yang menghasilkan suatu karya berdasarkan kemampuan intelektualnya wajar jika diakui hasil karyanya.
·         Prinsip Kebudayaan
            Berdasarkan prinsip ini, pengakuan atas kreasi karya sastra dari hasil ciptaan manusia diharapkan mampu membangkitkan semangat dan minat untuk mendorong melahirkan ciptaan baru. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan sastra sangat berguna bagi peningkatan taraf kehidupan, peradaban dan martabat manusia. Selain itu, HAKI juga akan memberikan keuntungan baik bagi masyarakat, bangsa maupun negara.
·         Prinsip Sosial 
            Berdasarkan prinsip ini, sistem HaKI memberikan perlindungan kepada pencipta tidak hanya untuk memenuhi kepentingan individu, persekutuan atau kesatuan itu saja melainkan berdasarkan keseimbangan individu dan masyarakat. Bentuk keseimbangan ini dapat dilihat pada ketentuan fungsi sosial dan lisensi wajib dalam Undang-Undang Hak Cipta Indonesia.

Arti dan Peranan Hak Kekayaan Intelektual
            
Hak eksklusif yang diberikan negara kepada pelaku HAKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) yang dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas) nya, dan agar orang lain bisa lebih lanjut mengembangkannya lagi.  Ketika kemajuan teknologi begitu pesat dan pasar terus bertransformasi dalam tataran global dalam bentuk "transnational", diperlukanlah perangkat hukum untuk meningkatkan dan melindungi kepentingan investasi industri, budaya dan pasar. Dari sanalah, pada pertengahan tahun 1980-an, negara-negara yang tergabung dalam GATT/WTO bersepakat tentang aturan main IPR atau HAKI.
            
Sistem HAKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau karya lainnya yang sama dapat dihindari atau dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi. Perlindungan hukum akan HAKI diberikan oleh negara kepada seseorang dan atau sekelompok orang ataupun badan apabila suatu temuan (inovasi) tersebut didaftarkan sesuai dengan persyaratan yang ada. Contoh karya cipta dalam cakupan kekayaan intelektual yang dapat didaftarkan untuk perlindungan hukum yaitu seperti karya kesusastraan, artistik, ilmu pengetahuan (scientific), desain industri, dll

Sifat-Sifat Hak Kekayaan Intelektual
·        
      Mempunyai Jangka Waktu Tertentu atau Terbatas
Apabila telah habis masa perlindungannya ciptaan atau penemuan tersebut akan menjadi milik         umum, tetapi ada pula yang setelah habis masa perlindungannya dapat diperpanjang lagi,     misalnya hak merek.
·        
      Bersifat Eksklusif dan Mutlak
HKI yang bersifat eksklusif dan mutlak ini maksudnya hak tersebut dapat dipertahankan terhadap   siapapun. Pemilik hak dapat menuntut terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh siapapun.     Pemilik atau pemegang HaKI mempunyai suatu hak monopoli, yaitu pemilik atau pemegang hak    dapat mempergunakan haknya dengan melarang siapapun tanpa persetujuannya untuk membuat          ciptaan atau temuan ataupun menggunakannya

Klasifikasi Hak Kekayaan Intelektual

Jenis-jenis HAKI :
·         Hak Cipta (Copyright)
·         Hak Kekayaan Industri :
-          Paten (Patent)
-          Merk (Trademark)
-          Rahasia Dagang (Trade secret)
-          Desain Industri (Industrial Desain)
-          Tata Letak Sirkuit Terpadu (Circuit Layout)
-          Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety)

Peraturan tentang jenis-jenis HAKI di Indonesia :
·         Hak Cipta (Copyrights)
UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta
·         Hak Paten (Patent)
UU No. 14 tahun 2001 tentang Paten
·         Hak Merek (Trademark)
UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek
·         Rahasia Dagang (Trade Secrets)
UU No. 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
·         Desain Industri (Industrial Design)
UU No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri
·         Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (Circuit Layout)
UU No. 32 tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
·         Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety)
UU No. 29 tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman

Contoh Kasus :

Perusahaan makanan bernama KFC, yang sudah terkenal dan dikenal dengan banyak orang di dunia , dengan nama nya yang sudah terkenal itu, banyak perusahaan – perusahaan diluar sana yang ingin mendompleng nama perusahaannya dengan memiripkan nama perusahaannya dengan KFC contohnya QFC.
Pihak KFC menuntup QFC karena QFC telah mendompleng nama nya dengan cara memiripkan nama perusahaannya dan memiripkan lambang nya dengan KFC.